Jumat, 13 Februari 2009

Perilaku Remaja Saat Ini

Remaja merupakan masa yang paling labil dalam kehidupan manusia. Disaat itulah perkembangan tentang pengetahuan dunia mulai berkembang, mulai dari hal-hal yang simpel bahkan hal yang lebih kompleks. Masa remaja adalah masa keingintahuan sehingga banyak dari mereka melakukan suatu hal atas dasar keingintahuan, dan sayangnya keingintahuan yang berlebihan terkadang membawa mereka dalam jurang yang dapat menghancurkan masa depan mereka.

Perkembangan organ seksual hampir mencapai maksimal pada saat manusia menginjak remaja, di saat itulah terjadi perubahan baik fisik maupun pemikiran mereka. Para remaja mulai mengerti tentang hal-hal yang berbau seksual, namun pengetahuan yang mereka peroleh biasanya melalui media yang salah. Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35% dari film porno, dan hanya 5% dari orang tua. Karena menggunakan media yang salah mereka pun mengasumsi seks dengan pola pikir yang salah juga. Saat ini banyak dari para remaja yang melakukan banyak penyimpangan seksual, mulai dari pemuasan diri sendiri, seks bebas, bahkan sampai tindakan aborsi.

Masturbasi atau yang biasa juga disebut onani adalah kegiatan mencari kepuasan sendiri dengan cara menggesek-gesekkan organ vital atau organ lainnya ke tangan atau alat-alat lainnya. Hal ni biasa dilakukan oleh para remaja yang baru mengenal tentang seks dan biasanya mereka melakukan ini dengan intensitas yang sangat tinggi, bahkan ada yang mencapai 3 kali sehari. Padahal kegiatan masturbasi sama halnya dengan berhubungan seks yaitu memerlukan enerji sehingga jika dilakukan terlalu sering akan menimbulkan efek malas. masturbasi sangat akrab dikalangan para remaja karena mereka menganggap bahwa cara ini sangat efektif untuk memuaskan diri sendiri tanpa melakukan hubungan seks. Namun sayangnya kebiasaan ini terkadang membawa para remaja kepada free sex karena rasa keingintahuan mereka serta pengetahuan yang sangat minim tentang resiko yang akan mereka hadapi.

Seks Bebas, Di kalangan remaja seks bebas telah menjadi suatu hal yang lumrah. Kini mereka mengenal istilah-istilah sex in the kost, party sex, dll. Saat ini para remaja mengalami tantangan yang lebih hebat daripada remaja pada masa-masa sebelumnya. Remaja saat ini berada dalam norma-norma yang lebih terbuka. Keterbukaan ini membutuhkan tanggung jawab yang lebih besar karena bila mereka lalai sedikit saja mereka akan terjebak pada jurang free sex yang semakin hari semakin lebar dan dalam. Banyak dari para remaja yang melakukan free sex didasari oleh rasa sayang kepada pasangannya serta sebagai pembuktian bahwa mereka rela memberikan apa saja untuk pasangannya. Memang terkadang ada dampak positif dari hal ini seperti hubungan yang dibawa sampai jenjang pernikahan dll. Namun banyak juga dampak negatif dari ini seperti kasus bunuh diri yang menimpa para remaja karena merasa dikhianati pasangannya, depresi karena kesedihan yang terlalu mendalam bahkan bila ada yang sampai hamil pra nikah, banyak dari mereka yang melarikan diri dari rumah dan melakukan prakter aborsi yang sangat tidak aman.

Aborsi bisa diartikan sebagai tindakan mengeluarkan janin secara paksa dan disengaja sebelum waktu melahirkan yang sebenarnya. Seperti yang kita ketahui saat ini, praktek aborsi bisa kita temui dimana saja, mulai dari yang berkedok klinik bersalin, praktek umum bahkan ada yang sudah terkenal sebagai daerah praktek aborsi. Praktek aborsi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan rahim seorang wanita, rasa bersalah yang terus menghantui bahkan ada yang sampai takut untuk memiliki anak dan tidak dapat hamil lagi untuk selamanya.

Bisa kita bayangkan jika para remaja telah melakukan hal ini, betapa besar resiko yang mereka pertaruhkan hanya untuk kesenangan yang sesaat. hal yang seharusnya tidak mereka ketahui pada saat seumuran mereka, kini malahan telah banyak dilakukan. Menurut data hampir sekitar 3,2 juta kasus aborsi terjadi di Indonesia tiap tahunnya, dan yang lebih mengejutkan lagi 20% dari jumlah itu dilakukan oleh wanita usia remaja.

Oleh sebab itu, para orang tua harus memberikan pendidikan yang seks yang benar kepada para anaknya. Mungkin banyak dari para orang tua yang menganggap pendidikan seks tidak diperlukan oleh anak-anak mereka karena anggapan bahwa pada masa lalu, tanpa ada pendidikan seks pun mereka dapat melalui masa remajanya dengan benar. Namun yang harus diketahui, jaman terus berubah dari waktu ke waktu. Kebutuhan akan pendidikan seks bagi anak-anak sangat diperlukan karena norma-norma yang berlaku dimasyarakat kini lebih bebas dari yang dulu. Sehingga dibutuhkan keterbukaan antara para orang tua dengan anak-anak mereka agar mereka mendapatkan pendidikan seks yang benar sehingga dapat meminimalisir kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan karena jika seseorang mengerti dan sangat paham tentang suatu hal, maka mereka akan dapat menentukan dengan bijak jalan mana yang akan mereka pilih demi kebaikan mereka sendiri.