HIV/AIDS menjadi penyakit yang sangat terkenal saat ini, tapi bagi orang awam HIV/AIDS diartikan sebagai suatu hal yang sama, ada sebagian yang menyebutkan penyakit ini sebagai kutukan Tuhan. Benarkah demikian?
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini menyerang sel darah putih manusia yang bernama CD4 dan menjadikannya sebagai tempat berkembang biak virus-virus HIV baru. Karena virus HIV menyerang sel darah putih, maka orang HIV+ akan sangat rentan untuk terkena penyakit.
Tapi banyak kasus menunjukkan bahwa banyak dari pengidap HIV tidak mengetahui dirinya terserang virus HIV karena gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus HIV ini mirip dengan gejala flu. Penyakit ini dapat terdeteksi dengan melakukan tes VCT (Voluntary Conseling and Testing)
Ketika virus HIV masuk ke dalam tubuh, mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menjadi penyakit AIDS yang mematikan. sehingga tidak semua orang yang mengidap virus HIV terkena penyakit AIDS. Pengiidap virus HIV dapat melakukan perawatan dan berbagai terapi untuk memperlambat virus HIV menjadi penyakit AIDS.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah dampak berkembangnya virus HIV dalam tubuh yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh kita rusak. Kini AIDS menjadi penyakit yang sangat ditakuti karena sampai sekarang belum ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit ini.
Banyak orang yang mengira bahwa orang-orang yang mengidap penyakit AIDS akan menghabiskan 90% sisa hidupnya di atas kasur. Tetapi saat saya menghadiri sebuah seminar tentang HIV/AIDS, seorang narasumber yang mengaku mengidap AIDS stadium 4 terlihat bugar dan agak gemuk. Dan dia juga mengaku menderita penyakit TBC. Dia mengatakan bahwa banyak dari teman-teman sesama ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang terlihat seperti dia. Jadi mitos yang beredar di masyarakat tentang HIV/AIDS tidak seluruhnya benar.
Ada beberapa cara penularan HIV/AIDS
Kita semua sama, seluruh manusia membutuhkan manusia lain. Jangan kucilkan mereka karena virus yang ada dalam tubuhnya. Banyak mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yang menyebabkan banyak orang takut untuk berinteraksi kepada para ODHA. Dan sepengetahuan saya banyak sekali dari mitos tersebut yang tidak benar. Oleh sebab itu, tetaplah untuk selalu memberi motivasi kepada mereka karena mereka sangat membutuhkan kita. Jadilah tempat untuk segala curahan hati mereka karena mereka tidak akan sanggup untuk memanggul "beban" HIV tanpa pertolongan kita. Motivasi mereka untuk tetap bersemangat menjalani hari-hari mereka dan tetap berguna bagi diri mereka dan orang lain. Jadi JANGAN jauhi mereka. KITA ADALAH SATU!
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini menyerang sel darah putih manusia yang bernama CD4 dan menjadikannya sebagai tempat berkembang biak virus-virus HIV baru. Karena virus HIV menyerang sel darah putih, maka orang HIV+ akan sangat rentan untuk terkena penyakit.
Tapi banyak kasus menunjukkan bahwa banyak dari pengidap HIV tidak mengetahui dirinya terserang virus HIV karena gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus HIV ini mirip dengan gejala flu. Penyakit ini dapat terdeteksi dengan melakukan tes VCT (Voluntary Conseling and Testing)
Ketika virus HIV masuk ke dalam tubuh, mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menjadi penyakit AIDS yang mematikan. sehingga tidak semua orang yang mengidap virus HIV terkena penyakit AIDS. Pengiidap virus HIV dapat melakukan perawatan dan berbagai terapi untuk memperlambat virus HIV menjadi penyakit AIDS.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah dampak berkembangnya virus HIV dalam tubuh yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh kita rusak. Kini AIDS menjadi penyakit yang sangat ditakuti karena sampai sekarang belum ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit ini.
Banyak orang yang mengira bahwa orang-orang yang mengidap penyakit AIDS akan menghabiskan 90% sisa hidupnya di atas kasur. Tetapi saat saya menghadiri sebuah seminar tentang HIV/AIDS, seorang narasumber yang mengaku mengidap AIDS stadium 4 terlihat bugar dan agak gemuk. Dan dia juga mengaku menderita penyakit TBC. Dia mengatakan bahwa banyak dari teman-teman sesama ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang terlihat seperti dia. Jadi mitos yang beredar di masyarakat tentang HIV/AIDS tidak seluruhnya benar.
Ada beberapa cara penularan HIV/AIDS
- Darah : Tertular saat saling bertukar jarum suntik (Narkoba) transfusi darah, terkena darah pengidap HIV+ pada luka, dll.
- Air Mani : Tertular saat melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom (bagi para ODHA yang ingin memiliki keturunan tanpa menurunkan virus tersebut ke anaknya dapat dilakukan dengan beberapa cara).
- Cairan Vagina : Tertular saat melakukan hubungan seks tanpa pengaman, oral seks, dll.
- ASI (Air Susu Ibu) : Tertular saat bayi meminum ASI sang ibu yang mengidap HIV+, bahkan pria dewasapun dapat tertular menggunakan media ASI.
Kita semua sama, seluruh manusia membutuhkan manusia lain. Jangan kucilkan mereka karena virus yang ada dalam tubuhnya. Banyak mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yang menyebabkan banyak orang takut untuk berinteraksi kepada para ODHA. Dan sepengetahuan saya banyak sekali dari mitos tersebut yang tidak benar. Oleh sebab itu, tetaplah untuk selalu memberi motivasi kepada mereka karena mereka sangat membutuhkan kita. Jadilah tempat untuk segala curahan hati mereka karena mereka tidak akan sanggup untuk memanggul "beban" HIV tanpa pertolongan kita. Motivasi mereka untuk tetap bersemangat menjalani hari-hari mereka dan tetap berguna bagi diri mereka dan orang lain. Jadi JANGAN jauhi mereka. KITA ADALAH SATU!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar